Tidak semua perjuangan dilakukan dari atas mimbar. Tidak semua perubahan lahir dari pidato yang menggema di hadapan ribuan orang. Ada perjuangan yang
Author: Tim Media HA
Gerigi Ketiga: Ikhlas yang Meniadakan Segala Bentuk Kesyirikan.
Pada bab sebelumnya kita telah membahas al-yaqīn, yaitu keyakinan yang meniadakan keraguan. Namun keyakinan saja belum cukup untuk menyempurnakan syahadah. Sebab seseorang
Siti Hayinah: Membangun Jejaring dan Merawat Persatuan
Dalam perjalanan sejarah dakwah dan kebangsaan, kita menemukan satu pelajaran penting: tidak ada perubahan besar yang lahir dari kerja yang terisolasi. Perubahan
Gerigi Kedua: Yakin yang Meniadakan Segala Bentuk Keraguan.
Pada bab sebelumnya telah dijelaskan bahwa syarat pertama diterimanya syahadah adalah al-‘ilm (ilmu), yaitu memahami makna dan konsekuensi kalimat Lā ilāha illallāh.
Siti Munjiyah: Ketika Mimbar Menjadi Jalan Pencerahan
Dalam perjalanan dakwah, tidak semua perjuangan dilakukan melalui organisasi atau lembaga pendidikan. Ada kalanya perubahan hadir melalui kata-kata yang jernih, argumentasi yang
Gerigi Pertama: Ilmu yang Meniadakan Kebodohan
Pada bab sebelumnya telah dijelaskan bahwa syahadah adalah kunci surga yang memiliki “gigi-gigi” atau syarat-syarat tertentu. Kini kita memasuki pembahasan gerigi pertama,
Pendahuluan – Syarat-Syarat Diterimanya Syahadah
Kalimat Lā ilāha illallāh merupakan kalimat yang paling agung dalam Islam. Ia adalah fondasi seluruh agama, inti dakwah para nabi dan rasul,
Pendidikan sebagai Senjata: Jejak TK ABA untuk Bangsa
Tidak semua perjuangan dilakukan di medan perang. Ada perjuangan yang berlangsung dalam sunyi, jauh dari sorotan, tetapi dampaknya jauh lebih panjang daripada
Penutup – Menjaga As-Sa‘ādah
Alhamdulillāh, perjalanan kita menelusuri kandungan makna syahadat (Madlūl Asy-Syahādah) kini sampai pada penghujungnya. Namun, sebagaimana setiap akhir perjalanan ruhani, penutup sesungguhnya adalah
Konsep Mitra Mu’awanah: Islam dan Kesetaraan Hakiki
Salah satu pelajaran terpenting yang diwariskan oleh para pendiri ’Aisyiyah adalah cara memandang hubungan laki-laki dan perempuan secara proporsional, adil, dan penuh
No More Posts Available.
No more pages to load.









