Setelah memahami Allah sebagai Al-Matbū‘ (Dzat yang diikuti) dan Al-Maḥbūb (Dzat yang paling dicintai), pembahasan berikutnya mengantarkan kita kepada konsekuensi praktis dari
Al-Matbū’ dan Al-Maḥbūb: Kesempurnaan Makna Ilah
Setelah menelusuri makna Ilah melalui perjalanan ruhani—dimulai dari ketenteraman (Sakana Ilaihi), perlindungan (Istijārah Bihi), kerinduan (Isytiyāq Ilaihi), cinta (Wulli’a Bihi), kesempurnaan cinta,
Kisah Zulqarnain: Kepemimpinan yang Menjadi Bukti Kenabian
Setelah Allah menjawab pertanyaan tentang Ashabul Kahfi, wahyu kemudian mengungkap kisah seorang pemimpin besar yang pernah menjelajahi wilayah timur dan barat. Kisah
Sampai Kapan Batas Waktu Tahajjud dan Witir? Bolehkah Dilakukan Menjelang Azan Subuh?
Pertanyaan: Ustadz, kapan batas waktu terakhir shalat Tahajjud dan shalat Witir? Apakah masih boleh dilakukan jika waktunya sudah sangat dekat dengan azan
Keyakinan “Saya Tahu” dan Ketidakberanian Mengatakan ‘Saya Tidak Tahu”
Pada bab sebelumnya kita membahas bagaimana sedikit ilmu dapat melahirkan keyakinan yang berlebihan. Persoalan berikutnya adalah: mengapa kita begitu sulit mengakui bahwa
Al-Marghūb dan Al-Marhūb: Menjadikan Allah sebagai Satu-satunya Tempat Berharap dan Takut
Pada bab sebelumnya telah dijelaskan bahwa kesempurnaan penghambaan bermuara pada Kamāl al-Khuḍū’, yaitu ketundukan tanpa syarat kepada Allah SWT. Namun, ketundukan tidak
Kisah Ashabul Kahfi: Pembuktian Kenabian Melalui Sejarah yang Terlupakan
Salah satu pertanyaan yang diajukan kaum musyrik Quraisy atas arahan para rabi Yahudi di Yatsrib adalah tentang kisah sekelompok pemuda yang menghilang
Jeda Wahyu: Menguji Kesabaran Sang Nabi
Diantara pelajaran paling mengharukan dalam perjalanan kenabian Muhammad ﷺ adalah adanya masa-masa ketika wahyu tidak turun sebagaimana biasanya. Bagi seorang nabi yang
Ketika Sedikit Ilmu Melahirkan Kepercayaan Diri yang Melimpah
Dalam dinamika perjuangan dakwah, kepercayaan diri (self-confidence) merupakan modal yang penting. Seorang aktivis dakwah dituntut mampu berdiri tegak ditengah masyarakat, menyampaikan kebenaran
Kamāl al-Khuḍū’: Ketundukan Tanpa Syarat kepada Allah
Pada bab sebelumnya telah dijelaskan bahwa Kamāl at-Tadzallul melahirkan kerendahan hati yang sempurna di hadapan Allah. Kerendahan hati belum mencapai tujuan akhirnya
No More Posts Available.
No more pages to load.










