Rangkaian ikhtibār an-nubuwwah berakhir dengan sebuah kemenangan yang jauh lebih besar daripada sekadar keberhasilan menjawab tiga pertanyaan kaum Quraisy. Kemenangan sejati itu
Tag: garut
Bagaimana Batasan Hukum Suami Memukul atau Membentak Istri dalam Rangka Mendidik Menurut Islam?
Pertanyaan: Dalam Islam, bolehkah suami memukul atau membentak istri untuk mendidiknya? Bagaimana batasannya menurut syariat? Jawaban: Pertama-tama, perlu dipahami bahwa Islam dibangun
Bolehkah Shalat Dhuha Dilakukan Secara Berjamaah?
Pertanyaan: Ustadz, apakah shalat Dhuha boleh dilakukan secara berjamaah, ataukah harus selalu dikerjakan sendiri-sendiri? Jawaban: Shalat Dhuha termasuk salah satu shalat sunnah
Cahaya dari Yatsrib: Ketika Penolakan Makkah Menjadi Jalan Menuju Madinah
Dalam pandangan manusia, penolakan kaum Quraisy terhadap dakwah Rasulullah ﷺ tampak sebagai kegagalan. Tetapi dalam sunnatullah, sering kali sebuah penolakan justru menjadi
Kegagalan Makar Quraisy: Ketika Hujjah Tidak Lagi Mampu Dibantah
Peristiwa ikhtibār an-nubuwwah mencapai puncaknya ketika seluruh pertanyaan yang diajukan kaum musyrik Quraisy berhasil dijawab oleh Rasulullah ﷺ melalui wahyu Allah. Kisah
Dari Memahami Makna al Ilah Menuju Al Wala wal Bara
Setelah melalui pembahasan panjang mengenai makna Al-Ilāh, kita memahami bahwa tauhid bukan hanya pengakuan akal terhadap keberadaan Allah SWT, tetapi sebuah perjalanan
Mu’jizat Rasional untuk Segala Zaman
Peristiwa ikhtibār an-nubuwwah melalui tiga pertanyaan yang diajukan kaum musyrik Quraisy tidak hanya menjadi pembuktian kenabian Rasulullah ﷺ pada zamannya. Lebih jauh,
Shaahib al-Haakimiyah: Allah sebagai Pemilik Hukum Tertinggi
Setelah memahami Allah sebagai Al-Matbu’ (Dzat yang diikuti), Al-Mahbuub (Dzat yang dicintai), serta Shaahib Al-Walaayah dan Shaahib Ath-Thaa’ah (Pemilik loyalitas dan ketaatan),
Al-Walayah dan Ath-Tha’ah: Menjadikan Allah sebagai Satu-satunya Pemilik Loyalitas dan Ketaatan
Setelah memahami Allah sebagai Al-Matbū‘ (Dzat yang diikuti) dan Al-Maḥbūb (Dzat yang paling dicintai), pembahasan berikutnya mengantarkan kita kepada konsekuensi praktis dari
Al-Matbū’ dan Al-Maḥbūb: Kesempurnaan Makna Ilah
Setelah menelusuri makna Ilah melalui perjalanan ruhani—dimulai dari ketenteraman (Sakana Ilaihi), perlindungan (Istijārah Bihi), kerinduan (Isytiyāq Ilaihi), cinta (Wulli’a Bihi), kesempurnaan cinta,
No More Posts Available.
No more pages to load.










