Ustadz, siapa yang menulis buku hadits arbain? Diantara kitab hadits yang paling banyak dipelajari di dunia Islam, Al-Arba’in An-Nawawiyyah. Kitab ini menempati
Tag: tasikmalaya
Menyebarkan Informasi Tanpa Klarifikasi (Tabayyun)
Salah satu persoalan paling serius yang dihadapi aktivis dakwah di era digital adalah kebiasaan menyebarkan informasi sebelum memastikan kebenarannya. Informasi datang melalui
Penutup: Syahadat sebagai Komitmen Seumur Hidup
Setelah menelusuri berbagai dimensi Ahammiyyah Asy-Syahadatain (urgensi syahadatain), kita sampai pada sebuah kesimpulan yang sangat mendasar: syahadat bukan sekadar kalimat yang diucapkan
Syahadat sebagai Kunci Surga: Jalan Pulang Seorang Hamba
Dalam perjalanan ruhani seorang mukmin, syahadatain bukan sekadar kalimat pertama yang diucapkan saat memasuki Islam. Ia adalah awal perjalanan sekaligus tujuan akhirnya.
Pentingnya Intelijen dan Manajemen Informasi dalam Dakwah
Salah satu sisi penting dari Perjanjian Hudaibiyah yang sering luput diperhatikan adalah kecermatan Rasulullah ﷺ dalam mengelola informasi. Ketika kaum muslimin bergerak
Memahami Istilah HR Bukhari-Muslim, Shahihain, dan Muttafaq ‘Alaih
Apa yang dimaksud hadits riwayat Bukhari Muslim? Bedanya dengan Muttafaq alaih apa? Dalam ilmu hadits, istilah “HR Bukhari-Muslim” dipakai untuk menyebut hadits
Kader Dakwah dan Krisis Mengelola Arus Informasi
Ada sebuah perubahan besar dalam kehidupan kader dakwah di era digital. Dahulu, salah satu persoalan utama adalah keterbatasan informasi. Untuk memperoleh ilmu,
Fadhail ‘Azhimah: Keutamaan Agung bagi Pemilik Syahadat yang Tulus
Diantara nikmat terbesar yang Allah karuniakan kepada seorang hamba adalah kemampuan mengucapkan dan menghayati dua kalimat syahadat. Kalimat yang tampak sederhana ini
Kepemimpinan Visioner: Melihat di Balik Ufuk Hudaibiyah
Sebelum Perjanjian Hudaibiyah terjadi, Rasulullah ﷺ terlebih dahulu melihat sebuah mimpi. Dalam mimpi itu, beliau bersama para sahabat memasuki Masjidil Haram dalam
Penutup: Bagian dari Tanggung Jawab Dakwah
Pada akhirnya, memahami ghazwul fikri bukanlah manifestasi ketakutan terhadap dunia luar, bukan pula bentuk sikap pesimis terhadap masa depan umat Islam. Sebaliknya,
No More Posts Available.
No more pages to load.








