Pertanyaan: Dalam Islam, bolehkah suami memukul atau membentak istri untuk mendidiknya? Bagaimana batasannya menurut syariat? Jawaban: Pertama-tama, perlu dipahami bahwa Islam dibangun
Tag: UPA
Bolehkah Shalat Dhuha Dilakukan Secara Berjamaah?
Pertanyaan: Ustadz, apakah shalat Dhuha boleh dilakukan secara berjamaah, ataukah harus selalu dikerjakan sendiri-sendiri? Jawaban: Shalat Dhuha termasuk salah satu shalat sunnah
Dari Memahami Makna al Ilah Menuju Al Wala wal Bara
Setelah melalui pembahasan panjang mengenai makna Al-Ilāh, kita memahami bahwa tauhid bukan hanya pengakuan akal terhadap keberadaan Allah SWT, tetapi sebuah perjalanan
Shaahib al-Haakimiyah: Allah sebagai Pemilik Hukum Tertinggi
Setelah memahami Allah sebagai Al-Matbu’ (Dzat yang diikuti), Al-Mahbuub (Dzat yang dicintai), serta Shaahib Al-Walaayah dan Shaahib Ath-Thaa’ah (Pemilik loyalitas dan ketaatan),
Al-Walayah dan Ath-Tha’ah: Menjadikan Allah sebagai Satu-satunya Pemilik Loyalitas dan Ketaatan
Setelah memahami Allah sebagai Al-Matbū‘ (Dzat yang diikuti) dan Al-Maḥbūb (Dzat yang paling dicintai), pembahasan berikutnya mengantarkan kita kepada konsekuensi praktis dari
Al-Matbū’ dan Al-Maḥbūb: Kesempurnaan Makna Ilah
Setelah menelusuri makna Ilah melalui perjalanan ruhani—dimulai dari ketenteraman (Sakana Ilaihi), perlindungan (Istijārah Bihi), kerinduan (Isytiyāq Ilaihi), cinta (Wulli’a Bihi), kesempurnaan cinta,
Sampai Kapan Batas Waktu Tahajjud dan Witir? Bolehkah Dilakukan Menjelang Azan Subuh?
Pertanyaan: Ustadz, kapan batas waktu terakhir shalat Tahajjud dan shalat Witir? Apakah masih boleh dilakukan jika waktunya sudah sangat dekat dengan azan
Al-Marghūb dan Al-Marhūb: Menjadikan Allah sebagai Satu-satunya Tempat Berharap dan Takut
Pada bab sebelumnya telah dijelaskan bahwa kesempurnaan penghambaan bermuara pada Kamāl al-Khuḍū’, yaitu ketundukan tanpa syarat kepada Allah SWT. Namun, ketundukan tidak
Kamāl al-Khuḍū’: Ketundukan Tanpa Syarat kepada Allah
Pada bab sebelumnya telah dijelaskan bahwa Kamāl at-Tadzallul melahirkan kerendahan hati yang sempurna di hadapan Allah. Kerendahan hati belum mencapai tujuan akhirnya
Kamāl At-Tadzallul: Merendahkan Diri di Hadapan Yang Maha Tinggi
Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan bahwa kesempurnaan penghambaan (‘abadahu) membutuhkan cinta yang sempurna (Kamāl Al-Maḥabbah). Cinta kepada Allah tidak akan mencapai kesempurnaannya
No More Posts Available.
No more pages to load.










