Strawman: Ketika Kita Membantah Pendapat yang Tidak Pernah Dikatakan

by -1312 Views

Dalam sebuah perdebatan, seseorang terkadang tidak membantah apa yang sebenarnya dikatakan lawannya. Ia terlebih dahulu mengubah pendapat tersebut menjadi versi yang lebih sederhana, lebih ekstrem, atau lebih lemah, kemudian menyerangnya seolah-olah itulah pendapat asli. 

Setelah berhasil merobohkan versi buatan tersebut, ia merasa telah membantah argumentasi lawannya. Inilah yang dikenal sebagai Strawman Fallacy, atau “manusia jerami”.

Dalam Ilmu Mantiq dan Adab al-Bahth wa al-Munazharah, kerancuan ini dapat dipahami melalui istilah tahrif al-da‘wa, yaitu mengubah atau mendistorsi klaim, serta al-inhiraf ‘an mahall al-niza‘, yaitu keluar dari titik persoalan yang sebenarnya diperselisihkan. 

Ada pula istilah al-mushaghabah, yaitu kecurangan dalam perdebatan. Intinya, seseorang tidak berhadapan dengan argumen yang sebenarnya, tetapi dengan argumen yang ia ciptakan sendiri.

Mantiq mengajarkan bahwa pembuktian maupun sanggahan harus diarahkan kepada al-matlub, yaitu perkara yang hendak dibuktikan atau dibantah. 

Sebelum membantah sebuah pendapat, kita harus mengetahui dengan tepat apa yang dimaksud oleh lawan. Jika pendapat A diubah menjadi B, lalu B dibantah, maka keberhasilan membantah B tidak berarti A telah terbantahkan. Sanggahan itu tidak menyentuh objek perdebatan.

Mengubah Klaim Menjadi Lebih Mudah Diserang

Misalnya seseorang berkata, “Kita perlu mengevaluasi cara pelaksanaan program ini agar lebih efektif.” Lawannya menjawab, “Jadi Anda ingin menghentikan seluruh program dan membiarkan masyarakat tanpa pelayanan?” 

Pernyataan kedua belum tentu merupakan konsekuensi dari pernyataan pertama. Pendapat tentang evaluasi cara telah diubah menjadi tuntutan untuk menghentikan seluruh program. Setelah itu, pembicara menyerang posisi yang sebenarnya tidak pernah diajukan.

Strawman dapat terjadi melalui perubahan lafaz maupun perubahan makna. Dalam perubahan lafaz, seseorang memanfaatkan istilah yang memiliki lebih dari satu pengertian lalu memilih pengertian yang paling mudah diserang. 

Dalam perubahan makna, sebuah pernyataan yang sebenarnya bersifat khusus, terbatas, atau memiliki syarat diubah menjadi pernyataan mutlak. Apa yang semula berbunyi “dalam kondisi tertentu” kemudian dipresentasikan sebagai “selalu”. Apa yang semula “sebagian” diubah menjadi “semua”.

Salah satu prinsip penting dalam Adab al-Bahth adalah tahrir mahall al-niza‘, yaitu memperjelas terlebih dahulu letak perselisihan. Kita perlu mengetahui apa yang disepakati, apa yang diperselisihkan, apa definisi istilah yang digunakan, dan apa sebenarnya klaim yang diajukan. Tanpa langkah ini, dua orang bisa membantah persoalan yang berbeda.

Prinsip berikutnya adalah menyampaikan pendapat lawan dengan amanah. Sebelum membantah, seseorang idealnya mampu menjelaskan kembali pendapat lawannya dengan cara yang membuat lawan berkata, “Ya, itulah yang saya maksud.” Barulah kritik diarahkan kepada argumen tersebut. 

Jika kita sengaja memilih versi terlemah dari pendapat lawan karena lebih mudah dihancurkan, kita mungkin menang secara retoris, tetapi tidak memperoleh kemenangan secara ilmiah.

Mengembalikan Perdebatan kepada Mahall al-Niza‘

Untuk mengenali Strawman, kita dapat menggunakan pertanyaan sederhana. Apakah saya sedang membantah apa yang benar-benar dikatakan? Apakah saya telah menghilangkan syarat atau batasan dari pernyataan lawan? Apakah saya mengubah sebagian menjadi keseluruhan? Apakah saya memberikan kesimpulan yang tidak pernah dinyatakan oleh lawan? 

Jika jawabannya ya, kita perlu berhenti sejenak dan memeriksa kembali objek perdebatan.

Sebaliknya, ketika kita menjadi korban Strawman, kita tidak perlu langsung membalas dengan emosi. Kita dapat mengatakan dengan tenang, “Itu bukan klaim saya. Klaim saya adalah X, bukan Y.” 

Setelah klaim diluruskan, mintalah lawan menunjukkan bagian mana dari X yang dianggap salah. Dengan demikian, pembicaraan kembali kepada mahall al-niza‘, bukan kepada argumen rekaan.

Dalam dakwah dan organisasi, prinsip ini penting. Kritik terhadap sebuah kebijakan tidak boleh diubah menjadi tuduhan bahwa seseorang menolak seluruh tujuan organisasi. Usulan perbaikan metode tidak boleh dipelintir menjadi keinginan untuk membatalkan seluruh program. 

Perbedaan pada satu masalah juga tidak boleh diperluas menjadi tuduhan bahwa seseorang menolak seluruh prinsip yang dianut bersama.

Memahami Lawan dengan Adil

Dalam perspektif tazkiyatun nafs, Strawman mengajarkan pentingnya kejujuran intelektual. Kita mungkin sangat tidak menyukai pendapat seseorang. Namun, ketidaksukaan tidak memberi kita hak untuk mengubah pendapatnya menjadi sesuatu yang tidak pernah ia katakan. Bahkan dalam perdebatan yang keras sekalipun, seorang penuntut ilmu harus berusaha memahami lawannya secara adil sebelum mengkritiknya.

Maka, ukuran kedewasaan intelektual bukan hanya kemampuan menemukan kelemahan argumen orang lain. Lebih tinggi dari itu adalah kemampuan memahami argumen lawan dalam bentuk yang paling adil sebelum memberikan sanggahan. Kita tidak perlu membuat manusia jerami lalu merasa menang ketika merobohkannya.

Mantiq mengajarkan ketepatan dalam menentukan objek pembuktian. Adab mengajarkan amanah dalam menyampaikan pendapat orang lain. Tazkiyah mengajarkan kita menundukkan ego ketika berhadapan dengan perbedaan. 

Bantahlah pendapat yang benar-benar disampaikan, bukan pendapat yang kita ciptakan agar mudah dibantah.(im)

Daftar Pustaka

  1. Al-Ghazali, Abu Hamid. Mi‘yār al-‘Ilm fī Fann al-Manṭiq. Beirut: Al-Maktabah al-‘Ashriyyah.
  2. Al-Katibi al-Qazwini, Najm al-Din ‘Ali ibn ‘Umar. Al-Shamsiyyah fī al-Qawā‘id al-Manṭiqiyyah, dengan kajian Dr. Mahdi Fadlallah.
  3. Al-Malawi, Shihabuddin Ahmad Abdul Fattah. Al-Sharḥ al-Kabīr ‘alā al-Sullam al-Munawraq fī ‘Ilm al-Manṭiq.
  4. Al-Sanusi al-Hasani, Abu ‘Abdullah Muhammad ibn Yusuf. Matn Mukhtaṣar al-Manṭiq.
  5. Al-Razi, Qutb al-Din. Taḥrīr al-Qawā‘id al-Manṭiqiyyah fī Sharḥ al-Risālah al-Shamsiyyah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.