Manusia hidup di antara dua samudra ilmu: satu berasal dari langit, satu lagi terbentang di bumi. Bentangan pertama adalah Al-Ḥaqīqah al-Muṭlaqah—kebenaran mutlak
Tag: tasikmalaya
Ar-Rasul dan Mubāsyarah: Dua Jalan Ilmu Allah untuk Menuntun Manusia
Ilmu dalam Islam tidak lahir dari ruang hampa. Ia berasal dari Allah, Sang Maha Mengetahui, yang membuka sebagian dari خزائن العلم (khazanah
Sujud Sahwi: Apa Itu, Kapan Dilakukan, dan Bagaimana Tata Caranya?
Ustadz, saya kadangkala lupa dalam shalat—kadang ragu jumlah rakaat, kadang lupa tahiyat awal. Apa sebenarnya sujud sahwi itu? Jawab:Sujud sahwi adalah dua
Ayat Qauliyah dan Ayat Kauniyah: Dua Jendela Menuju Ma’rifatullah
Al-Qur’an tidak hanya mengajarkan manusia untuk beriman secara dogmatis, tetapi juga mengajak akal dan hati berjalan bersama. Dalam perjalanan mengenal Allah, seorang
Fraksi PKS Dorong Optimalisasi Dampak Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja dari Pengelolaan MBG
Ciamis, FPKS — DPRD Kota Tasikmalaya melakukan kunjungan kerja ke DPRD Kabupaten Ciamis dalam rangka sharing pengalaman terkait fungsi pengawasan dan legislasi,
Ayat Kauniyah sebagai Burhan: Ketika Alam Membenarkan Firman Allah
Al-Qur’an tidak hanya mengajak manusia untuk membaca teks, tetapi juga membaca semesta. Jika pada pembahasan sebelumnya ayat qauliyah dipahami sebagai isyarah—petunjuk awal
Wal-Yatalaththaf : Hikmah Qur’ani Menjaga Iman dalam Situasi Terdesak
وَكَذَٰلِكَ بَعَثْنَاهُمْ لِيَتَسَآءَلُوا۟ بَيْنَهُمْ ۚ قَالَ قَآئِلٌۭ مِّنْهُمْ كَمْ لَبِثْتُمْ ۖ قَالُوا۟ لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍۢ ۚ قَالُوا۟ رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا
Ayat Qauliyah sebagai Isyarah: Petunjuk Ilahi yang Mengarahkan Akal dan Hati
Al-Qur’an diturunkan bukan semata-mata untuk dibaca sebagai teks ritual, melainkan sebagai petunjuk hidup yang menghidupkan akal dan membersihkan hati. Dalam konteks memahami
Wahyu dan Ilham sebagai Dua Jalan Menuju Pengenalan kepada-Nya
Ilmu dalam pandangan Islam bukan sekadar akumulasi pengetahuan, melainkan jalan untuk mengenal Allah dengan lebih utuh. Karena itu, ketika para ulama berbicara
Alastu Bi Rabbikum: Mengingat Kembali Perjanjian Ruh
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِن بَنِي آدَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ شَهِدْنَا “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu
No More Posts Available.
No more pages to load.










