Israiliyyat: Antara Khazanah Ilmu dan Sikap Kritis

by -1460 Views

Ustadz, bolehkan kita mengambil kisah-kisah israiliyyat?


Secara bahasa, israiliyyat (الإسرائيليات) adalah bentuk jamak dari isrā’īliyyah, yakni segala sesuatu yang dinisbatkan kepada Bani Israil, keturunan Nabi Ya‘qub ‘alaihis salam.

Sedangkan secara istilah, dalam ulumul Qur’an, israiliyyat adalah riwayat atau kisah yang berasal dari tradisi Yahudi, Nasrani, atau Ahli Kitab, lalu masuk ke dalam literatur tafsir, hadis, dan sejarah Islam. 

Biasanya berkaitan dengan kisah para nabi, penciptaan, hari akhir, atau umat terdahulu. Misalnya: siapa nama anjing Ashabul Kahfi, bagaimana detail kapal Nabi Nuh, atau kisah-kisah rinci Nabi Sulaiman yang tidak dijelaskan detail oleh Al-Qur’an.

Al-Qur’an sendiri memang memiliki gaya kisah yang unik: tidak mengejar detail naratif, tetapi fokus pada pelajaran. Allah berfirman:

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
“Sungguh, pada kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal.” (QS. Yusuf: 111)

Menurut Ibn Kathir dalam tafsirnya, ayat ini menunjukkan bahwa tujuan utama kisah Qur’ani adalah ‘ibrah (pelajaran), bukan pemuasan rasa ingin tahu historis.

Bagaimana Israiliyyat Masuk ke Tafsir Islam

Pada masa sahabat dan tabi’in, sebagian Ahli Kitab masuk Islam, seperti Ka’b al-Ahbar, Wahb ibn Munabbih dan Abdullah ibn Salam.

Mereka membawa pengetahuan Taurat, Injil, dan tradisi sebelumnya. Sebagian ulama meriwayatkan kisah dari mereka untuk melengkapi konteks sejarah.

Nabi ﷺ sendiri bersabda:

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً، وَحَدِّثُوا عَنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَلَا حَرَجَ
“Sampaikanlah dariku walau satu ayat, dan ceritakanlah dari Bani Israil, tidak mengapa.” (HR. Sahih al-Bukhari)

Namun ada hadis lain:

لَا تُصَدِّقُوا أَهْلَ الْكِتَابِ وَلَا تُكَذِّبُوهُمْ
“Jangan kalian membenarkan Ahli Kitab, dan jangan pula mendustakan mereka.”
(HR. Sahih al-Bukhari)

Imam Ibn Hajar al-Asqalani menjelaskan dalam Fath al-Bari: hadis pertama menunjukkan kebolehan meriwayatkan untuk faedah sejarah, sedangkan hadis kedua memberi batasan agar tidak menjadikan riwayat tersebut sebagai sumber dalam hal akidah dan hukum.

Sikap Ulama terhadap Israiliyyat

Para ulama mengambil posisi yang selektif dan proporsional. Mereka tidak menolak semua israillyat.

Ibn Kathir membagi israiliyyat menjadi tiga. Pertama, yang sesuai dengan Qur’an dan Sunnah, itu diterima. Misalnya kisah umum banjir Nabi Nuh atau dakwah Nabi Musa kepada Fir‘aun.

Kedua, yang bertentangan dengan Islam, maka ditolak. Seperti riwayat yang menuduh para nabi melakukan dosa besar atau perilaku hina. Ini bertentangan dengan konsep ‘ishmah al-anbiya’ yang dijelaskan oleh ulama akidah seperti Al-Tahawi.

Dan ketiga, ytidak jelas statusnya, maka tawaqquf yakni tidak membenarkan, tidak juga mendustakan. Misalnya warna anjing Ashabul Kahfi atau nama tongkat Nabi Musa.

Ini sesuai prinsip ilmiah: tidak semua hal harus dipastikan ketika tidak ada dalil yang kuat.

Relevansinya untuk Muslim Masa Kini

Ulama kontemporer seperti syaikh Wahbah al-Zuhayli dalam Tafsir al-Munir menekankan agar tafsir kembali pada maqashid Al-Qur’an: hidayah, akhlak, hukum, dan pembinaan jiwa.

Begitu pula syaikh Yusuf al-Qaradawi mengingatkan bahwa berlebihan dalam israiliyyat dapat menumbuhkan budaya takhayul, sensasionalisme kisah, dan menjauhkan umat dari spirit Al-Qur’an.

Dari sisi tasawuf, masalah ini tidak dilihat sekadar metodologi ilmu, tetapi adab hati. Kadang manusia ingin mengetahui detail yang Allah sengaja sembunyikan. Padahal yang dituntut bukan mengetahui semuanya, tetapi mengambil petunjuk.

Sebagaimana dikatakan oleh Imam al-Ghazali:

لَيْسَ الْعِلْمُ بِكَثْرَةِ الرِّوَايَةِ، وَلَكِنْ نُورٌ يَقْذِفُهُ اللهُ فِي الْقَلْبِ
“Ilmu bukanlah banyaknya riwayat, tetapi cahaya yang Allah lemparkan ke dalam hati.”Maka, saat membaca kisah-kisah Qur’an, pertanyaan utamanya bukan: “Apa nama tokohnya?” atau “Berapa jumlahnya?” Tetapi: apa yang Allah ingin perbaiki dalam diri saya melalui kisah ini?. (im)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.