Istijaara Bihi – Allah sbeagai Benteng Perlindungan

by -1665 Views

Dalam lanjutan pembahasan makna Ilah setelah motif sakana ilaihi (ketenangan), kita memasuki dimensi kedua yang tidak kalah penting, yaitu istijaara bihi—kesadaran manusia akan kebutuhan mutlak terhadap perlindungan Allah SWT.

Para ulama menjelaskan bahwa manusia tidak hanya mencari ketenangan batin, tetapi juga rasa aman dari ancaman eksternal. 

Dalam perspektif ma’rifatullah, sebagaimana ditegaskan oleh Al-Ghazali, hati manusia secara fitrah selalu bergerak dari rasa tenang menuju rasa bergantung kepada Sang Pelindung sejati.

Makna Istijaara Bihi dalam Perspektif Bahasa dan Syariat

Secara bahasa, istijaara berasal dari akar kata jara–yajuuru yang bermakna perlindungan, tempat berlindung, atau benteng keamanan. 

Dalam konteks uluhiyah, ia berarti kecenderungan hati untuk mencari perlindungan kepada dzat yang diyakini memiliki kekuatan melampaui segala sebab duniawi.

Istijaara bihi adalah kondisi ketika manusia menyadari ketidakberdayaannya, lalu menggantungkan sepenuhnya keselamatan kepada Allah SWT. Hal ini sejalan dengan firman Allah:

﴿قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ﴾
“Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia.” (QS. An-Nas: 1)

Menurut tafsir Ibnu Katsir, ayat ini menunjukkan bahwa seluruh bentuk perlindungan sejati hanya kembali kepada Allah sebagai Rabb yang menguasai dan menjaga seluruh makhluk.

Perlindungan Ilahi dalam Perspektif Ulama

Imam Hasan Al-Banna menjelaskan bahwa kecenderungan manusia untuk kembali kepada Allah di saat genting merupakan fitrah yang tidak dapat dihapus. Ia menggambarkannya seperti seorang penumpang kapal yang hanya benar-benar menyadari kebutuhan kepada Allah ketika badai kehidupan datang.

Sementara itu, Musthafa Masyhur menegaskan bahwa tauhid yang murni menuntut seorang mukmin untuk tidak menggantungkan perlindungan kepada selain Allah. Menurut beliau, bersandar kepada makhluk dalam hal yang bersifat ghaib adalah bentuk ketergantungan yang dapat merusak kemurnian aqidah.

Dalam hadits sahih, Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ. 

“Jika engkau meminta, maka mintalah kepada Allah, dan jika engkau meminta pertolongan, maka mintalah pertolongan kepada Allah.” (HR. Tirmidzi)

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menegaskan prinsip tawakkal total kepada Allah, bukan sekadar anjuran etis, tetapi fondasi aqidah dalam tauhid uluhiyah.

Dimensi Spiritual Istijaara: Antara Ketakutan dan Ketergantungan

Istijaara bihi tidak hanya berbicara tentang rasa takut, tetapi juga tentang kesadaran eksistensial bahwa hanya Allah yang mampu memberikan keamanan sejati. 

Ibnu Taymiyyah menjelaskan bahwa hati yang bergantung kepada Allah akan merasakan ‘izzah (kemuliaan), karena ia tidak tunduk kepada ketakutan selain kepada-Nya.

Dalam perspektif tasawuf, perlindungan Allah bukan sekadar keselamatan fisik, tetapi juga penjagaan hati dari syirik, kecemasan berlebihan, dan ketergantungan kepada makhluk.

Penutup

Jika sakana ilaihi adalah “ketenangan di dalam hati”, maka istijaara bihi adalah “benteng di luar diri”. Keduanya saling melengkapi: seseorang tidak akan mencari perlindungan kepada sesuatu yang tidak ia rasakan memberikan ketenangan.

Sebaliknya, ketika hati telah tenang, ia akan mudah bersandar. Inilah yang membuka jalan menuju motif berikutnya, yaitu isytaaq ilaihi (kerinduan kepada Allah). Dari rasa aman dalam perlindungan Allah, lahirlah kerinduan untuk selalu dekat dengan-Nya.

Dengan memahami istijaara bihi, seorang mukmin belajar bahwa keamanan sejati tidak terletak pada kekuatan dunia, melainkan pada kedekatan dengan Allah SWT. Di sinilah tauhid menjadi pengalaman hidup, bukan sekadar konsep teologis.

Semakin seseorang menyadari Allah sebagai satu-satunya benteng perlindungan, semakin ia merdeka dari rasa takut kepada makhluk dan semakin kuat pula ketergantungannya kepada Sang Pencipta. (im)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.