Pada bab sebelumnya telah dijelaskan bahwa syarat pertama diterimanya syahadah adalah al-‘ilm (ilmu), yaitu memahami makna dan konsekuensi kalimat Lā ilāha illallāh.
Gerigi Pertama: Ilmu yang Meniadakan Kebodohan
Pada bab sebelumnya telah dijelaskan bahwa syahadah adalah kunci surga yang memiliki “gigi-gigi” atau syarat-syarat tertentu. Kini kita memasuki pembahasan gerigi pertama,
Pendahuluan – Syarat-Syarat Diterimanya Syahadah
Kalimat Lā ilāha illallāh merupakan kalimat yang paling agung dalam Islam. Ia adalah fondasi seluruh agama, inti dakwah para nabi dan rasul,
Penutup – Menjaga As-Sa‘ādah
Alhamdulillāh, perjalanan kita menelusuri kandungan makna syahadat (Madlūl Asy-Syahādah) kini sampai pada penghujungnya. Namun, sebagaimana setiap akhir perjalanan ruhani, penutup sesungguhnya adalah
As-Sa‘ādah fil-Ākhirah – Kemenangan Sejati di Surga
Setelah kita menelaah bagaimana syahadat melahirkan ḥayātan ṭayyibah (kehidupan yang baik) di dunia, maka kini kita sampai pada puncak dari seluruh perjalanan
At-Tafā’ul – Optimisme Mukmin Ditengah Ujian
Perjalanan seorang mukmin dalam memahami kandungan syahadah pada akhirnya bermuara pada satu sikap batin yang sangat penting, yaitu At-Tafā’ul (optimisme). Setelah hati
Al-Ithmi’nān – Meraih Ketenangan Hati yang Abadi
Setelah membahas Ash-Shajā‘ah sebagai keberanian yang lahir dari tauhid, kita sampai pada salah satu buah paling indah dari Madlūl asy-Syahādah, yaitu Al-Ithmi’nān
Ash-Shajā‘ah – Keberanian karena Allah
Setelah seorang mukmin meneguhkan dirinya dengan istiqamah, maka salah satu buah yang akan tumbuh dari pohon keimanannya adalah Ash-Shajā‘ah (keberanian). Keberanian bukanlah
Al-Istiqāmah – Rahasia Keteguhan Pendirian
Setelah seorang mukmin mengikrarkan syahadah dengan lisannya, membenarkannya dengan hatinya, dan membuktikannya melalui amal saleh, maka tantangan berikutnya adalah menjaga seluruh komitmen
Al- Istiqamah: Dari Iman Menuju Keteguhan Karakter
Pada bagian sebelumnya kita telah mempelajari bahwa syahadah yang benar melahirkan iman yang utuh. Iman itu tidak berhenti pada pengakuan lisan (Al-Qaul),
No More Posts Available.
No more pages to load.










