Menjaga Kemurnian Al-Fahm sebagai Fondasi Kebangkitan Umat

by -1694 Views

Alasan paling mendasar ke-empat mengapa seorang Muslim, khususnya aktivis dakwah, perlu memahami ghazwul fikri (الغزو الفكري) adalah untuk menjaga kemurnian al-fahm (الفهم), yaitu pemahaman yang benar terhadap Islam. 

Kerusakan terbesar yang dapat menimpa umat bukanlah semata-mata kelemahan ekonomi atau politik, melainkan kerusakan dalam memahami agamanya sendiri.

Imam Hasan Al-Banna رحمه الله, menempatkan Al-Fahm sebagai rukun pertama dalam Risalah Ta’lim. Beliau menulis:

“أريد بالفهم أن توقن أن فكرتنا إسلامية صميمة”

“Al Fahm yang saya maksud adalah keyakinan bahwa fikrah (gagasan) kita bersumber murni dari Islam.”

Penempatan Al-Fahm sebagai rukun pertama bukanlah tanpa alasan. Sebab seluruh amal, dakwah, tarbiyah, dan perjuangan akan sangat bergantung pada benar atau tidaknya pemahaman seseorang terhadap Islam.

Ketika Islam Dipahami Secara Parsial

Salah satu dampak paling nyata dari ghazwul fikri adalah munculnya pemahaman yang parsial terhadap agama. Islam yang semula dipahami sebagai petunjuk hidup yang menyeluruh (syumul) perlahan dipersempit menjadi sekadar ritual pribadi.

Padahal Allah Ta’ala berfirman:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً﴾

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan.” (QS. Al-Baqarah: 208)

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa ayat ini memerintahkan kaum beriman agar menerima seluruh ajaran Islam tanpa memilah-milahnya berdasarkan hawa nafsu atau kepentingan tertentu. 

Sementara Imam Ibnu Katsir menegaskan bahwa Islam adalah sistem kehidupan yang utuh, mencakup aspek akidah, ibadah, akhlak, muamalah, dan seluruh dimensi kehidupan manusia.

Karena itu, ketika sebagian konsep Islam dipisahkan dari konteksnya atau dipahami secara tidak utuh, maka lahirlah berbagai kesalahpahaman yang dapat melemahkan orientasi umat terhadap agamanya.

Pentingnya Memahami Distorsi Makna

Para ulama dakwah kontemporer menjelaskan bahwa salah satu medan utama ghazwul fikri adalah bahasa dan makna. Istilah-istilah penting dalam Islam seringkali dipahami secara berbeda dari makna yang dijelaskan oleh Al-Qur’an, Sunnah, dan para ulama.

Seorang Muslim perlu kembali merujuk kepada sumber-sumber ilmu yang otoritatif ketika memahami konsep-konsep seperti jihad, syariat, ukhuwah, amar ma’ruf nahi munkar, maupun berbagai istilah lainnya.

Hal ini sejalan dengan firman Allah:

﴿فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ﴾

“Maka bertanyalah kepada orang-orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl: 43)

Menurut Imam Al-Qurthubi, ayat ini menjadi dasar pentingnya merujuk kepada ulama yang kompeten dalam memahami agama agar tidak terjatuh pada penafsiran yang keliru.

Aktivis Dakwah dan Amanah Al-Fahm

Bagi seorang aktivis dakwah, memahami ghazwul fikri bukan sekadar mengenali tantangan zaman. Yang lebih penting adalah menjaga agar pemahaman terhadap Islam tetap bersumber dari Al-Qur’an, Sunnah, dan manhaj para ulama.

Imam Hasan Al-Banna menegaskan bahwa Islam adalah:

“نظام شامل يتناول مظاهر الحياة جميعًا”

“Sistem yang menyeluruh yang mencakup seluruh aspek kehidupan.”

Pemahaman yang utuh seperti inilah yang akan melahirkan keseimbangan. Seorang Muslim mampu berinteraksi dengan perkembangan zaman, memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan, dan membangun peradaban, tanpa kehilangan identitas serta prinsip-prinsip keislamannya.

Penutup

Memahami ghazwul fikri pada hakikatnya adalah upaya menjaga kemurnian Al-Fahm. Sebab kebangkitan umat selalu diawali oleh kebangkitan pemikiran. 

Ketika pemahaman umat terhadap Islam kembali lurus, utuh, dan bersumber dari wahyu, maka dakwah akan berjalan dengan arah yang jelas dan menghasilkan generasi yang kokoh dalam akidah, luas dalam wawasan, serta lembut dalam akhlaknya.

Tugas utama para aktivis dakwah bukan hanya menyampaikan Islam, tetapi juga menjaga agar Islam dipahami sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ dan dijelaskan oleh para ulama yang terpercaya sepanjang sejarah. (im)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.