Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan perjalanan batin manusia dalam memahami makna Ilāh melalui empat tingkatan rasa yang terkandung dalam akar kata ‘aliha–ya’lahu:
Tag: Heri Ahmadi
Takut Membina dan Selalu Ingin Jadi “Makmum”? Bagaimana Mengatasinya?
Pertanyaan: Ustadz, saya sudah bertahun-tahun ikut pembinaan, tetapi setiap kali diminta untuk mulai membina kelompok baru (open halaqah), saya selalu merasa takut
Istijaara Bihi – Allah sbeagai Benteng Perlindungan
Dalam lanjutan pembahasan makna Ilah setelah motif sakana ilaihi (ketenangan), kita memasuki dimensi kedua yang tidak kalah penting, yaitu istijaara bihi—kesadaran manusia
Ikhtibārun Nubuwwah: Ketika Kenabian Diuji dan Kebenaran Menang
Sejarah dakwah para nabi adalah sejarah tentang ujian. Tidak ada seorang nabi pun yang diutus Allah kecuali menghadapi penolakan, keraguan, dan tantangan
Krisis Kemampuan Riset dan Verifikasi Sumber
Setelah belajar membaca secara disiplin, memahami argumentasi, memeriksa konteks, dan membandingkan perspektif, kader dakwah membutuhkan satu kemampuan mahkota: riset dan verifikasi sumber
Sakana Ilaihi – Ketentraman sebagai Pintu Ma’rifatullah
Dalam lanjutan pembahasan tentang Madlūl Asy-Syahādah, kita sampai pada dimensi yang lebih dalam dari kalimat Laa Ilaha Illallah, yaitu pengenalan terhadap hakikat
Lebih Cepat Berkomentar Daripada Membaca
Kita telah menempuh perjalanan transisi kognitif dalam Buku III ini. Jika Bab VII mengajak kader bermigrasi dari komentator instan menjadi pemikir (thinker),
Mengenal Makna Ilah: Jalan Menuju Ma’rifatullah
Kalimat syahadat merupakan pintu masuk seorang hamba menuju Islam. Namun syahadat bukan sekadar pernyataan lisan, melainkan ikatan hati, komitmen hidup, dan kesaksian
Dari Pembaca Menjadi Pemikir
Pada akhirnya, membaca bukanlah tujuan akhir pembinaan intelektual kader dakwah. Membaca adalah pintu masuk menuju kemampuan yang lebih tinggi: berpikir, mengolah, mensintesis,
Mengapa Memahami Makna Ilah Itu Penting?
Pembahasan tentang makna Ilah merupakan kelanjutan yang sangat penting dari kajian mengenai syahadatain (ma’na syahadatain). Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan syarat-syarat diterimanya
No More Posts Available.
No more pages to load.










