Perjalanan kita membedah “gerigi-gerigi kunci surga” kini sampai pada penghujungnya. Sejak Bab Pertama, kita telah memahami bahwa kalimat Lā ilāha illallāh bukan
Tag: Syarat Diterimanya Syahadah
Ar-Ridhā: Muara Kesempurnaan Syahadah
Setelah kita menelusuri perjalanan panjang syahadah melalui ilmu (al-‘ilm), keyakinan (al-yaqīn), keikhlasan (al-ikhlāṣ), kejujuran (ash-shidq), cinta (al-mahabbah), penerimaan (al-qabūl), dan kepatuhan (al-inqiyād),
Gerigi Ketujuh: Inqiyad – Kepatuhan yang Meniadakan Keengganan
Setelah seorang hamba memahami makna tauhid dengan ilmu (al-‘ilm), meyakininya tanpa keraguan (al-yaqīn), memurnikan niatnya (al-ikhlāṣ), membuktikannya dengan kejujuran (ash-shidq), menghidupkannya dengan
Gerigi Ke-Enam: Al-Qabūl – Penerimaan Mutlak Tanpa Keberatan
Pada bab-bab sebelumnya kita telah membahas bagaimana syahadah dibangun di atas ilmu (al-‘ilm), diteguhkan oleh keyakinan (al-yaqīn), dimurnikan dengan keikhlasan (al-ikhlāṣ), dibuktikan
Gerigi Kelima: Cinta yang Meniadakan Kebencian
Pada bab sebelumnya telah dijelaskan bahwa syahadah harus diucapkan dengan kejujuran yang sempurna (ash-shidq), sehingga tidak ada jarak antara apa yang diyakini
Gerigi Ke-Empat: Sidiq yang Meniadakan Dusta
Pada bab sebelumnya telah dijelaskan bahwa syahadah harus dibangun di atas keikhlasan yang murni karena Allah SWT. Namun keikhlasan saja belum cukup
Gerigi Ketiga: Ikhlas yang Meniadakan Segala Bentuk Kesyirikan.
Pada bab sebelumnya kita telah membahas al-yaqīn, yaitu keyakinan yang meniadakan keraguan. Namun keyakinan saja belum cukup untuk menyempurnakan syahadah. Sebab seseorang
Gerigi Kedua: Yakin yang Meniadakan Segala Bentuk Keraguan.
Pada bab sebelumnya telah dijelaskan bahwa syarat pertama diterimanya syahadah adalah al-‘ilm (ilmu), yaitu memahami makna dan konsekuensi kalimat Lā ilāha illallāh.
Gerigi Pertama: Ilmu yang Meniadakan Kebodohan
Pada bab sebelumnya telah dijelaskan bahwa syahadah adalah kunci surga yang memiliki “gigi-gigi” atau syarat-syarat tertentu. Kini kita memasuki pembahasan gerigi pertama,
Pendahuluan – Syarat-Syarat Diterimanya Syahadah
Kalimat Lā ilāha illallāh merupakan kalimat yang paling agung dalam Islam. Ia adalah fondasi seluruh agama, inti dakwah para nabi dan rasul,
No More Posts Available.
No more pages to load.










